Wednesday, October 13, 2010

Jenis-jenis Kelompok (part I)

JENIS – JENIS KELOMPOK
  • Dyad suatu kelompok yang terdiri dari dua orang.
  • Kelompok Kecil yaitu suatu kelompok primer dimana terjadi face to face, saling tergantung, ada identitas kelompok yang sangat kuat.
  • Organisasi yaitu suatu sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan struktur yang sangat jelas.
  • Massa yaitu sifat yang temporer, mempunyai tujuan yang sama, dan tidak berstruktur. 
Dyad
George Simmel menjelaskan kelompok mulai dari bentuk terkecil dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakan monad, kemudian monad dikembangkan dari satu orang menjadi dua, tiga orang yang disebut dyad dan triyad. 
Contohnya: 
  1.  monad → individu → saya 
  2. dyad→ saya dengan ibu 
  3. triyad → saya, ibu, bapak   
Kelompok Kecil
Menurut Ferdinand Thonnies, Kelompok kecil merupakan pembagian atas dasar kelompok-kelompok, dimana anggota-anggotanya saling mengenal (face-to-face grouping) atau tidak saling mengenal.
Contohnya: 
  1. keluarga, rukun tetangga, desa → saling mengenal
  2. Kota-kota, korporasi, negara→ hubungannya tidak sedekat yang di atas.




Wednesday, October 6, 2010

Faktor Personal Karakteristik Kelompok

Setelah kita bahas tentang faktor Interpersonal dari keefektifan Kelompok, sekarang kita bahas tentang peranang apa saja yang dimainkan oleh anggota kelompok didalam sebuah kelompok. Peranan yang dimainka oleh anggota kelompok dapat membantu penyelesaian tugas kelompok, memelihara suasana emosional yang lebih baik, atau hanya menampilkan kepentingan individu saja (yang tidak jarang menghambat kemajuan kelompok). 

Peranan-peranan anggota-anggota kelompok terkategorikan sebagai berikut:
  1. Peranan Tugas Kelompok. Tugas kelompok adalah memecahkan masalah atau melahirkan gagasan-gagasan baru. Peranan tugas berhubungan dengan upaya memudahkan dan mengkoordinasi kegiatan yang menunjang tercapainya tujuan kelompok. 
  2. Peranan Pemiliharaan Kelompok. Pemeliharaan kelompok berkenaan dengan usaha-usaha untuk memelihara emosional anggota-anggota kelompok.
  3. Peranan individual, berkenaan dengan usahan anggota kelompokuntuk memuaskan kebutuhan individual yang tidak relevan dengantugas kelompok.

Klasifikasi Kelompok

Didalam kelompok mempunyai berbagai macam Klasifikasi Kelompok yang mempunyai  karakteristik masing-masing pada klasifikasi tersebut.

Kelompok Primer dan Sekunder.
Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama.
Kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
 
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
Kelompok Primer
kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. 
kelompok primer bersifat personal,
kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi,
kelompok primer cenderung ekspresif, 
kelompok primer cenderung informal.

Kelompok Sekunder bersifat:
Dangkal dan terbatas
Nonpersonal
lebih menekankan aspek isi daripada aspek hubungna
cenderung instrumental
formal

Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
 
Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.

Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi:
  • fungsi komparatif: mengukur dan menilai keadaan,
  • fungsi normatif, norma kerangka rujukan
  • fungsi perspektif: mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, memberikan makna terhadap sesuatu.
Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif

Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah.
Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga:
  • kelompok tugas: memecahkan masalah
  • kelompok pertemuan : kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok
  • kelompok penyadar.menciptakan identitas sosial politik yang baru.

Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.

sumber: Komunikasi Kelompok

Keefektifan Kelompok

Kelompok mempunyai karakteristik tertentu dalam setiap kelompok tersebut. Yang mempengaruhi keefektifan kelompok adalah
Perbedaan Individual
  • Usia,
  • Suku bangsa,
  • Jenis kelamin,
  • Pendidikan
  • Pekerjaaan,
  • Pendapatan,
  • Kepribadiaan,
  • Heterogenitas kelompok, dll

Kebutuhan Interpersonal
  • inclusion: ingin masuk, menjadi bagian dari kelompok
  • Control: Ingin mengendalikan orang lain dalam suatu tatanan hierarkis
  • Affection: ingin memperoleh  keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain

Proses Interpersonal

  • Keterbukaan (disclosure): saling terbuka terhadap sesama anggota kelompok.
  • Percaya: adanya rasa percaya pada anggota kelompok masing-masing
  • Empati: adanya rasa peduli terhadap anggota

Teori Sintalitas Kelompok

Bermacam-macam pendekatan yang ada dalam pendekatan studi tentang kelompok salah satunya pendekatan Teoritis, saat ini kita akan membahas tentang Teori Sintalitas Kelompok.

Sintalitas (syntality) adalah istilah yang dikemukan Cattell (1948,1951) yang artinya adalah kepribadian (personality) yang khusus digunakan untuk kelompok. Cattell berpendapat bahwa untuk mempelajari kelompok perlu ada cara untuk menguraikan dan mengukur sifat-sifat dan perilaku kelompok. karena itulah ia mengembangkan konsep kepribadian kelompok atau sintalitas kelompok.

Teori sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari.
Dasar-dasar pendapat yang dikemukakan oleh Cattell dipengaruhi oleh pandangan McDougall (1920) tentang kelompok, yaitu :
  • Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok akan tetap ada walaupun anggota-anggotanya berganti.
  • Pengalaman-pengalaman kelompok direkam dalam ingatan.
  • Kelompok menunjukkan adanya dorongan-dorongan.
  • Kelompok mampu berespons secara keseluruhan terhadap suatu rangsang yang tertuju pada salah satu bagiannya.
  • Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi.
  • Kelompok menunjukkan adanya pertimbangan-pertimbangan kolektif (bersama).
Kita juga Harus mengetahui 3 Dimensi Sintalitas Kelompok yaitu:
  1. DImensi sifat-sifat sintalitas yaitu pengaruh dari adanya kelompok sebagai keseluruhan, baik terhadap kelompok lain maupun terhadap lingkungan
  2. Dimensi struktur Kelompok yaitu hubungan yang tercipta antara anggota kelompok, perilaku-perilaku di dalam kelompok, dan pola organisasi kelompok
  3. DImensi sifat populasi yaitu sifat rata-rata dari anggota-anggota kelompok. Hubungan dari ketiga panel ini adalah saling ketergantungan
Eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya dan kelompok-kelompok biasanya saling tumpang tindih. dan seberapa jauh kelompok dapat memenuhi kebutuhan individu.

sumber: Wirawan,Sarlito,2007. Psikologi Sosial. Jakarta

Sunday, October 3, 2010

Bagaimana Kelompok itu terbentuk ??

Kelompok terbentuk diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan. Kemudian akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan membentuk sebuah kelompok.

Dalam setiap kelompok akan dilakukan penentuan masing-masing anggota siapa yang akan menjadi ketua atau anggota. Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul konflik.

Perpecahaan yang terjadi bisa bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. dan Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.

Kemudian didasarkan pada hal-hal:
  • Persepsi
  • Motivasi
  • Tujuan
  • Organisasi
  • Indenpedensi
  • Interaksi

Saturday, October 2, 2010

Kedudukan Psikologi Kelompok dengan Psikologi Sosial

Kali ini kita akan membahas kedudukan Psikologi Kelompok dengan Psikologi Sosial. Tapi sebelumnya kita haruslah mengetahui apa itu Psikologi Sosial. Psikologi Sosial merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya yang menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial. Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dengan hubungannya dengan situasi sosial.

Psikologi sosial mempunyai dasar potensi-potensi manusia, dimana potensi tersebut mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dilingkungan masyarakat. potensi tersebut adalah kemampuan menggunakan bahasa, adanya sikap etik, hidup dalam  dimensi (dulu, sekarang, akan datang).

Sebagai ilmu yang objeknya manusia, maka terdapat saling berhubungan antara psikologi sosial dengan ilmu-ilmu yang objeknya juga manusia seperti Ilmu hukum, Ekonomi, sejarah dan sosiologi.

Jadi apa sih kedudukan Psikologi Kelopok dalam Psikologi sosial? Psikologi kelompok erat kaitannya dengan psikologi sosial, Objek studi psikologi sosial mempelajari tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi sosial. Situasi sosial sangat berkaitan dengan adanya kelompok dan tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh kelompok.

Jadi Psikologi Sosial berperan penting dalam Psikologi Kelompok yang berkaitan erat. dan saling mempengaruhi dalam tingkah laku manusia.